Pengusaha Alun-Alun Cianjur Soroti Masa Transisi, Angkat Pentingnya Kekompakan dan Transparansi

Pengusaha Alun-Alun Cianjur Soroti Masa Transisi, Angkat Pentingnya Kekompakan dan Transparansi. (Foto: Rhamdani).

Cianjur | Erlin Marlina (41), selaku owner usaha rental motor mini D’Zack dan salah satu pelaku usaha di kawasan alun-alun Cianjur, mengungkapkan komitmennya untuk ikut meringankan beban para petugas kebersihan di sana, khususnya jika ada yang mengalami sakit.

Sebagai salah satu perwakilan dari sembilan pelaku usaha yang terpilih, Erlin mengaku masih dalam proses mempelajari tugas-tugasnya. Ia menyebutkan bahwa saat ini sedang berlangsung masa transisi menuju kepengurusan baru untuk mengelola kawasan alun-alun.

“Untuk saat ini mungkin saya ditunjuk sebagai perwakilan. Terkait cara kerjanya seperti apa, saya juga belum tahu. Saya memang dilibatkan, tapi cara kerjanya seperti apa saya juga kurang tahu,” ujar Erlin, Sabtu (20/9/2025).

Ia menjelaskan bahwa sembilan orang perwakilan yang ditunjuk sifatnya hanya sementara. Tugas utama mereka adalah merawat dan melanjutkan program-program yang telah berjalan di bawah pengelolaan sebelumnya.

“Intinya dijadikan sebagai pengurus sementara untuk merawat dan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh pengurus sebelumnya,” jelasnya.

Erlin memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja pengelola sebelumnya, yang ia sebut sebagai ‘Rider’. Menurutnya, di bawah kepengurusan tersebut, alun-alun Cianjur mengalami perkembangan yang signifikan.

“Alhamdulillah perkembangan alun-alun itu bisa lebih dari sebelumnya, baik itu dari segi penerangan, kebersihan, dan yang paling penting adalah dari segi keamanannya,” tuturnya.

Sebagai pelaku usaha, Erlin menekankan bahwa tujuan utamanya berbisnis di alun-alun adalah untuk kegiatan sosial. Ia berharap kawasan tersebut dapat lebih banyak lagi mengadakan acara-acara yang bersifat sosial.

Ketika ditanya kesiapannya jika dipercaya memimpin lembaga pengelola yang baru, ibu satu anak ini menyatakan akan mempertimbangkannya dengan sangat matang. Ia mengakuinya sebagai tanggung jawab yang berat, mengingat perannya sebagai seorang istri dan ibu.

“Hal tersebut merupakan hal yang sangat berat, apalagi saya seorang perempuan, seorang ibu dan seorang istri. Tapi kalau memang dipercaya, dengan izin Allah insya Allah berusaha menata ke depan supaya lebih baik,” katanya dengan bijak.

Di akhir pernyataannya, Erlin mengajak seluruh rekan pengurus sementara untuk membudayakan transparansi dan musyawarah.

“Untuk rekan-rekan khususnya yang terpilih sebagai pengurus, walaupun sifatnya sementara, mari kita budayakan transparan dalam hal apapun. Jadi mari kita adakan musyawarah sebelum mengambil tindakan,” pungkasnya, berharap kekompakan dapat terwujud tanpa ada masalah di kemudian hari. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *