Pemkab Cianjur Terima Bantuan Armada Pemadam Kebakaran dari Jakarta. (Foto: Ramdani).
Cianjur | Pemerintah Kabupaten Cianjur mendapatkan tambahan kekuatan dalam penanganan kebakaran. Satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) berkapasitas besar dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada daerah ini. Penyerahan secara simbolis diterima langsung oleh Wakil Bupati Cianjur, Abi Ramzi.
Bantuan ini merupakan hasil dari proses pengajuan resmi dan silaturahmi pemerintah daerah. Unit mobil tersebut merupakan bagian dari program peremajaan armada Damkar DKI, di mana kendaraan dinas yang sudah diganti tetapi masih layak operasi dihibahkan kepada daerah lain.
“Dari 53 kabupaten/kota yang mengajukan, hanya 14 unit yang dibagikan pada periode ini. Alhamdulillah, Cianjur menjadi satu dari dua daerah di Jawa Barat yang menerima, bersama Kota Bekasi,” ujar Abi Ramzi.
Unit yang diterima merupakan mobil damkar bekas pakai berkapasitas tangki air 4.000 liter. Sebelum diserahkan, kendaraan telah menjalani servis besar dan dinyatakan siap untuk bertugas.
Dengan tambahan ini, total armada damkar milik Pemkab Cianjur kini menjadi 13 unit, dari sebelumnya 12. Meski bertambah, jumlah ini dinilai masih di bawah kebutuhan ideal.
Berdasarkan analisis kebutuhan, dengan 7 Unit Mobil Kebakaran (UMK), idealnya didukung oleh 14 kendaraan operasional. Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah berharap pada kemampuan keuangan daerah atau bantuan lainnya di masa mendatang.
“Untuk tahun 2026, fokus kita adalah perawatan dan optimalisasi armada yang ada terlebih dahulu,” tambah Wakil Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Abi Ramzi menyampaikan harapan yang unik: ia berharap mobil baru tersebut tidak sering digunakan.
“Harapan kita justru mobil ini jarang dipakai. Karena pencegahan jauh lebih utama daripada pemadaman,” tegasnya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari instalasi listrik di rumah masing-masing.
Menjelang perayaan tahun baru, Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menggunakan kembang api.
“Ini sebagai bentuk solidaritas dan antisipasi, mengingat musibah kebakaran yang terjadi di beberapa daerah seperti Aceh dan Sumatera belum lama ini,” ajaknya.
Pemantauan oleh petugas tetap akan dilakukan, namun kesadaran kolektif masyarakat untuk mencegah kebakaran dinilai sebagai langkah yang paling efektif.








