Ditemukan adanya MCK konvensional yang diperlukan adanya kolaborasi antar stakeholder karena dinilai tidak memenuhi standar kesehatan dan diperlukan untuk pembangunan yang layak untuk standar kesehatan. (Foto: Zenal Mustari).
Cianjur | Pemerintah Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melaksanakan Monitoring Evaluasi (Monev) administratif dan fisik Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2025 di Desa Wangunjaya, Campaka, Cianjur, Selasa (17/6/2025).
Kegiatan ini bertujuan memastikan akuntabilitas penggunaan dana desa serta mengevaluasi progres pembangunan.
Dalam pelaksanaannya ditemukan adanya MCK Konvensional yang diperlukan adanya kolaborasi antar stakeholder.
Hal itu disoroti Kasi PPM Kecamatan Campaka, Yudi Supriyadi, S.Pd., M.Pd., temuan jamban konvensional (MCK) di Kampung Babakan Nangka RT 04/08 yang dinilai tidak memenuhi standar kesehatan.
“Ini perlu kolaborasi antar stakeholder, baik pemerintah desa maupun Dinas Kesehatan, karena menyangkut pola hidup sehat masyarakat,” tegas Yudi.
Ia menekankan pentingnya langkah konkret untuk menangani masalah tersebut, salah satunya melalui penganggaran APBDes atau Musyawarah Desa (Musdes).
“Tahun depan, kami akan upayakan pembangunan MCK yang layak sebagai prioritas dari anggaran APBDes berdasarkan hasil Musdes,” tambahnya.

Disisi lain di Desa Wangunjaya, mengalami perbaikan yang signifikan dalam administrasi desa.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Campaka, Uup, bahwa Desa Wangunjaya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan administrasi keuangan desa.
“Ya, ada perbaikan dari tahun ke tahun, baik secara online maupun offline, terutama dalam sistem Siskedes. Saat ini, laporan keuangan desa telah mencapai 50% penyelesaian, dengan serapan dana 80%,” kata Uup.
Meski demikian, lanjut Uup tim Monev menemukan beberapa kekurangan dalam administrasi, meski tidak signifikan.
“Kami beri waktu perbaikan agar dokumen pertanggungjawaban sesuai realisasi,” ujarnya.
Uup juga mengingatkan para kepala desa dan operator desa untuk segera mempersiapkan dokumen, mengingat jadwal Monev yang cepat dan ketat.
“Monev ini estafet, dan minggu depan harus rampung untuk percepatan pengajuan DD Tahap II. Kami pastikan baik fisik maupun administrasi harus tuntas,” tegasnya.
Kegiatan Monev ini menjadi langkah strategis guna memastikan transparansi dan efektivitas penggunaan dana desa, sekaligus mempersiapkan tahap pembangunan berikutnya.***








