Pembangunan Jalan Desa di Sukamanah Dilaksanakan Secara Bertahap dengan Dana Desa dan Banprov

Pembangunan Jalan Desa di Sukamanah Dilaksanakan Secara Bertahap dengan Dana Desa dan Banprov. (Foto: metropuncak.com).

Cianjur | Pemerintah Desa Sukamanah akhirnya merealisasikan penyaluran Dana Desa Tahap Kedua Tahun Anggaran 2025. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan infrastruktur jalan untuk meningkatkan konektivitas dan perekonomian warga.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Sukamanah, Indra Surya Pradana, usai pelaksanaan pengaspalan hotmix di wilayahnya, Jumat (22/8/2025).

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat merealisasikan Dana Desa Tahap 2 Tahun 2025. Salah satu kegiatannya yaitu Pembangunan Jalan Desa melalui Pekerjaan Hotmix,” ujar Indra.

Kepala Desa Sukamanah Indra Surya Pradana, turun langsung melakukan pengontrolan pelaksanaan pengaspalan (Hotmix).

Jalan yang sedang dibangun berlokasi di Kampung Kedung Girang RT. 02 RW. 07 hingga Kampung Kedung Hilir RT. 04 RW. 03. Nilai pagu untuk pekerjaan ini sebesar Rp 100.573.000 dengan volume jalan sepanjang 262 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 0,3 meter.

“Pelaksanaan pembangunan ini merupakan amanat dari usulan masyarakat yang telah disepakati dalam APBDes 2025,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi Jalan Kedung Girang – Kedung Hilir yang rusak dengan panjang total sekitar 600 meter akan ditangani secara menyeluruh sepanjang tahun 2025. Ia meminta kesabaran dan pengertian dari masyarakat, mengingat penyaluran dana dari pemerintah pusat maupun bantuan provinsi bersifat bertahap dan harus melalui mekanisme yang jelas.

“Saya harap masyarakat bersabar, karena kucuran dana desa dari pemerintah pusat maupun bantuan provinsi itu turunnya bertahap, dan harus melalui mekanisme yang jelas, makanya pembangunannya pun bertahap,” jelasnya.

Rencana pembangunan jalan tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa fase. Fase pertama yang sedang berjalan menggunakan Dana Desa berupa pengaspalan hotmix sepanjang 262 meter. Minggu depan, akan dilanjutkan dengan pembangunan rabat beton sepanjang 120 meter dengan pagu anggaran Rp 44.948.000.

Fase kedua akan dibiayai melalui Dana Bantuan Provinsi (Banprov) dengan panjang sekitar 200 meter dan pagu sebesar Rp 98.000.000. Indra berharap realisasi dana Banprov dapat dilakukan pada Oktober 2025 mendatang.

“Insha Allah kita lakukan bertahap tapi ngabukti (membuktikan), kata orang Sunda mah,” ujarnya sambil tersenyum.

Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas jalan lingkungan desa, memperlancar mobilitas warga, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Indra berpesan agar masyarakat dapat berpartisipasi secara swadaya dalam merawat hasil pembangunan.

“Saya selaku kepala desa berharap, nanti setelah dibangun, masyarakat agar bisa bersama-sama secara swadaya merawat saluran atau drainase jalannya serta membersihkan rumput-rumput di area bahu jalan. Agar jalan tersebut terlihat indah dan kita semua bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *