Cianjur | Forum Silaturahmi untuk Kemajuan Sukataris ( FORUM SAKTI) mengaku kecewa atas hasil audensi yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Karangtengah atas polemik yang terjadi di Desa Sukataris, Kamis 16/01/2025.
Dalam audiensi tersebut dihadiri oleh Forum SAKTI, Pemdes Sukataris dan BPD Desa Sukataris yang diwakili saudara Asep. Audensi tersebut dipimpin langsung Doni Herdyana selaku Camat Karangtengah.
Menurut Kepala Desa Sukataris Moch Nurlukman S. Pdi, terkait program yang ada di wilayah Desa Sukataris, semuanya sudah terealisasi dengan baik, adapun terkait bantuan BLT di benarkan yang diantaranya adalah keluarganya.
Sementara hasil temuan dilapangan yang di lakukan forum SAKTI di indikasi banyak terdapat penyelewengan APBDes.
Misal pada tahun anggaran 2024, ada beberapa program pembangunan sarana olahraga, rehab kantor desa, penyertaan modal BUMDES, peternakan ayam, peternakan kelinci, budidaya sayuran, pengadaan pupuk dan insentif guru ngaji terdapat kolusi dan nepotisme.
Menurut H.Gunawan perwakilan Forum SAKTI, dalam penunjukan penerima manfaat kegiatan APBDes Tahun Anggaran 2024, didominasi oleh tim sukses Kepala Desa Sukataris dan penerima BLT Dana Desa disitu jelas tertera keluarga besar kepala desa yang tidak sesuai dengan kriteria.
“Salah satu penerima BLT Dana Desa itu diantaranya Ibu dan adik Kepala Desa Sukataris,”kata H. Gunawan menuturkan.
Ia melanjutkan, adapaun terkait penetapan lokasi program rumah tidak layak huni (Rutilahu), tersentralisasi di administrasi dan realisasi kegiatan Tahun Anggaran 2024. Sehingga Forum SAKTI memandang kepala desa tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya, dan masyarakat meminta Kepala Desa Sukataris mundur.
“Ya bagaimana tidak, banyak kekeliruan dan pelanggaran di dalam pemerintahan Desa Sukataris yang disebabkan BPD tidak menjalankan tugas dan fungsinya sesuai peraturan yang berlaku. Sehingga selain kepala desa, kami juga meminta Ketua BPD Sukataris ikut mundur dari jabatannya dan kasus ini tetap akan kami bawa ke ranah hukum,”tutupnya.***








