Kawan PRB Bantu Evakuasi Korban Tanah Longsor di Wangunjaya

Kawan PRB Bantu Evakuasi Korban Tanah Longsor di Wangunjaya. (Foto: Ali). 

Cianjur | Hujan disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Desa Wangunjaya mengakibatkan tanah longsor di Kampung RT 001/RW 003, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada Senin (10/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Bencana ini mengakibatkan satu rumah tertimbun dan delapan rumah lainnya terancam, sehingga mendorong upaya evakuasi gabungan yang melibatkan relawan dan aparat pemerintah.

Menurut keterangan Ketua Kawan PRB, Budi Santoso, proses evakuasi dan penanganan telah dimulai sejak Selasa (11/11/2025) pagi.

“Pagi tadi, evakuasi dipimpin langsung oleh Kepala Desa Wangunjaya. Kami membantu Babinsa, Babinkamtibmas, Kapolsek, Danramil, Camat Cugenang, dan BPBD dalam proses evakuasi,” jelas Gasol.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah organisasi relawan juga turun langsung ke lokasi. “Kami dari Kawan PRB, bersama relawan dari RETANA dan Relawan Petualang, bahu-membahu dalam proses evakuasi dan penanganan di lapangan,” tambahnya.

Budi mengonfirmasikan, bahwa satu rumah milik warga bernama Ade tertimbun material longsor. Selain itu, sebanyak delapan rumah di sekitarnya dinyatakan terancam, yang berdampak pada sekitar 10 Kepala Keluarga (KK).

“Warga dari rumah-rumah yang terancam telah dievakuasi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Saat ini, upaya tim difokuskan pada tindakan pencegahan untuk menghindari longsoran susulan, salah satunya dengan memotong pohon-pohon di area rawan yang berpotensi memperparah bencana.

Budi menegaskan, bahwa pembersihan material tanah longsor secara besar-besaran belum dapat dilakukan.

“Kami khawatir pembersihan secara paksa justru akan memicu longsoran susulan. Prioritas kami adalah keselamatan warga dan tim,” paparnya.

Ia pun mengimbau masyarakat setempat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. “Kepada masyarakat, agar selalu waspada dan menghindari daerah rawan bencana. Terutama di musim hujan seperti sekarang, potensi tanah longsor bisa terjadi kapan saja,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pemantauan di lokasi masih terus berlangsung. BPBD bersama relawan akan terus memantau perkembangan kondisi tanah untuk menentukan langkah-langkah penanganan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *