Di Jalan Sunyi yang Bernama Lingkungan

Di Jalan Sunyi yang Bernama Lingkungan

Oleh : Jalu 369

Di tengah kegaduhan bangsa yang sibuk mengejar pertumbuhan, hadir sosok yang tak banyak bicara di media namun bekerja nyata di lapangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Saat wacana politik memadati ruang publik, Hanif memilih jalan sunyi menyusuri TPA, menyegel gudang limbah ilegal, memimpin bersih-bersih sungai, dan menyapa warga di titik-titik paling rentan dari ekosistem negeri ini. Ia tahu, pertarungan melawan kerusakan lingkungan tidak akan jadi berita utama. Tapi ia tetap melangkah.

Pada Mei 2025, Hanif melakukan inspeksi ke TPA Jatiwaringin dan memerintahkan penyegelan karena pengelolaan limbah yang membahayakan. Ia juga bertindak tegas terhadap gudang limbah ilegal di Pasar Kemis, tempat limbah B3 mencemari lingkungan. Di sisi lain, ia mendorong program pembayaran imbal jasa lingkungan langkah maju dalam memberi nilai pada peran warga desa dan penjaga hutan.

Tantangannya berat. Menurut data 2024, hanya 60% limbah B3 industri yang dikelola dengan baik. Lebih dari 2.700 bekas tambang menganga tanpa reklamasi. Sungai-sungai besar dari Citarum hingga Brantas dipenuhi limbah rumah tangga dan industri.

Namun Hanif tidak menyerah. Ia tidak datang membawa tongkat sihir, tapi membawa tekad dan kehadiran. Dalam diam, ia mengajak rakyat ikut serta. Sebab lingkungan hidup bukan urusan kementerian, tapi soal hidup bersama.

Langkah Hanif menyala, bukan lewat sorak sorai, tapi lewat kerja diam yang bermakna. Dan kita, sebagai rakyat, tidak boleh tinggal diam. Mari jaga bumi, bersama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *