Untuk Desa yang Lebih Transparan dan Sejahtera
Seluruh desa di Indonesia dikabarkan akan segera menghadapi audit menyeluruh terkait pengelolaan anggaran Dana Desa. Audit ini disebut-sebut telah direncanakan oleh Kementerian Keuangan dengan menugaskan petugas khusus untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa yang setiap tahunnya nilainya cukup besar dan langsung menyentuh masyarakat desa.
Pengamat kebijakan publik, Kusnandar Ali, S.H., menilai rencana audit tersebut sebaiknya segera direalisasikan. Menurutnya, semakin cepat audit dilakukan, maka semakin baik untuk mencegah potensi penyimpangan.
“Audit Dana Desa ini lebih cepat lebih baik. Selama ini masih banyak kepala desa yang kurang transparan dalam pengelolaan anggaran, bahkan masyarakat desa sendiri sering kali tidak mengetahui secara jelas penggunaan dana tersebut,” ujar Kusnandar Ali, S.H., saat dimintai tanggapannya, Senin (22/12/25)
Ia menambahkan, audit bukan hanya bertujuan mencari kesalahan, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan agar tata kelola keuangan desa ke depan lebih baik dan sesuai aturan.
Dana Desa sejatinya diperuntukkan bagi pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga. Namun dalam praktiknya, transparansi dan partisipasi publik dalam pengawasan dinilai masih lemah di sejumlah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi secara rinci dari Kementerian Keuangan terkait jadwal dan mekanisme audit tersebut. Meski demikian, wacana audit ini telah menjadi perhatian banyak pihak, khususnya pemerintah desa dan masyarakat.
Diharapkan, dengan adanya audit menyeluruh, pengelolaan Dana Desa dapat berjalan lebih terbuka, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.
(Sumber: Tim Liputan Khusus Berita Desa Merah Putih)








