Dari Lahan 1 Hektar di Cidadap, BUMDES Raup Puluhan Juta dan Targetkan Panen 10 Ton Tomat. (Foto: Zenal Mustari)
Cianjur | Pemerintah Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, terus menunjukkan taringnya dalam menggerakkan roda ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Setelah sempat merangkak sejak 2018, BUMDES Cidadap kini menjelma menjadi lokomotif baru Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan diversifikasi usaha yang agresif, mulai dari gas, ATK, restoran, hingga pertanian dan perikanan.
Kepala Desa Cidadap, H. Budiman, saat ditemui di lokasi pertanian terpadu Kampung Cimapag, Senin (30/3/2026), mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan yang signifikan. Meskipun BUMDES telah berdiri sejak 2018, denyut perkembangannya baru terasa pesat dua tahun terakhir.
“Sejak 2023 kita mulai serius. Dulu usaha kita hanya gas dan ATK di kantor desa. Sekarang kita punya area baru di Kampung Cimapag, dekat kantor kecamatan. Kita juga kembangkan restoran, pertanian, dan perikanan,” ujar H. Budiman dengan semangat.
Salah satu unggulan yang kini menjadi sorotan adalah sektor pertanian. Memanfaatkan lahan seluas 1 hektar di kawasan Cidadap Hilir, BUMDES menanam komoditas bernilai jual tinggi seperti cabai keriting, cabai rawit, sawi, serta berbagai jenis tomat besar dan kecil.
Hari ini menjadi momen spesial bagi pengelola BUMDES. Mereka melaksanakan panen ketiga untuk komoditas tomat. Sebelumnya, dari panen cabai, BUMDES telah mengantongi omzet sekitar Rp40 juta. Namun, H. Budiman menyebut angka tersebut masih “minim” dibanding potensi yang ada.
“Hari ini kita panen tomat. Alhamdulillah, harga tomat sedang bagus. Kami optimis kali ini bisa mencapai hasil hingga 10 ton. Insya Allah perputaran uang di BUMDES akan terus meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh lini usaha di BUMDES terus digerakkan secara simultan. “Semua yang ada di BUMDES harus bergerak. Dari berbagai lini itulah kita bisa menghasilkan PADes yang maksimal,” tegasnya.
Ke depan, pihak desa telah menyiapkan ekspansi lahan pertanian 3 hingga 4 hektar. Saat ini, mereka masih menjual hasil panen ke pengepul yang memasok kebutuhan pasar Jakarta dan Bogor. Namun, visi besar sudah mulai dirancang.
“Ke depannya, kita ingin lebih jauh lagi. Kita akan jajaki kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan MBG (Makanan Bergizi Gratis). BUMDES kita siap bermain di sana,” ungkap H. Budiman menyambut peluang pasar yang lebih luas.
Meski optimistis, H. Budiman tak menampik adanya tantangan. Faktor cuaca, terutama musim kemarau seperti saat ini, menjadi kendala utama. Untuk mengantisipasinya, pihak desa berencana membangun sistem pengairan khusus serta menerapkan sistem pertanian bertahap agar produksi tetap stabil sepanjang tahun.
Dengan gebrakan ini, Desa Cidadap perlahan membuktikan bahwa pengelolaan BUMDES yang serius dan terintegrasi mampu menjadi fondasi kokoh kemandirian desa di tengah tantangan iklim dan pasar.








