Camat Campakamulya Acep Sopiandi, Benarkan Terjadinya Longsor dan Banjir di Wilayahnya

Camat Campakamulya Acep Sopiandi, Benarkan Terjadinya Longsor dan Banjir di Wilayahnya. (Foto: Zenal Mustari). 

Cianjur | Intensitas hujan tinggi yang berlangsung sejak Selasa (3/2/2026) pagi hingga siang, memicu bencana tanah longsor dan banjir di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur. Kejadian utama longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Camat Campakamulya, Acep Sopiandi, SH., M.Si., mengonfirmasi bahwa empat desa di wilayahnya terdampak longsor, sementara satu desa lainnya terkena banjir.

“Kejadian tanah longsor itu ada di 4 desa, satu desa banjir. Desa yang terdampak longsor adalah Campakamulya, Campakawarna, Cibanggala, dan Sukasirna. Sementara di Desa Sukabungah terjadi banjir yang menggenangi area persawahan,” jelas Acep Sopiandi, Rabu (4/2/2026) siang.

Berita Terkait:

Berdasarkan hasil asesmen cepat, Desa Campakawarna menjadi wilayah dengan dampak terberat.

“Di Kampung Tipar, ada beberapa rumah, sebuah pabrik, dan sarana umum seperti musala yang terkena longsor dan kondisi sudah tidak bisa dipakai lagi,” ujar Sopiandi.

Pascakejadian, aparat bersama Forkopimca langsung bergerak melakukan pengecekan dan penanganan darurat. Untuk korban terdampak, dilakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.

“Untuk warga terdampak longsor, mereka diungsikan ke rumah saudaranya. Kami juga sudah berdiskusi dengan kepala desa apabila memungkinkan dan masyarakat bersedia, kedepan akan mencoba merelokasi rumah-rumah terdampak,” paparnya.

Upaya terpusat saat ini adalah membuka akses jalan yang terputus akibat material longsoran. Titik longsor di jalan kabupaten tercatat ada tiga lokasi, sementara jalan desa hampir merata terkena dampak.

“Alhamdulillah, akses jalan dari Campaka ke Campakamulya sudah bisa dilalui roda empat. Beberapa titik lain sedang dikerjakan tim PUPR. Mudah-mudahan akses dari Campakawarna ke Sukasirna juga segera terbuka,” tutur Sopiandi.

Bantuan logistik darurat sementara masih ditangani oleh pemerintah desa dan kecamatan. Pihaknya telah melaporkan kejadian ke pemerintah kabupaten untuk memperoleh dukungan lebih lanjut, terutama alat berat.

Berita Terkait:

Menyikapi kejadian ini, Camat mengeluarkan imbauan pencegahan untuk masa depan.

“Kami sudah mengimbau seluruh desa untuk menjaga lingkungan, seperti menanam pohon yang bisa menjaga tanah. Untuk masyarakat yang rumahnya di lokasi curam, agar mempertimbangkan relokasi ke tempat yang lebih aman,” pesannya.

Ia juga meminta kewaspadaan bagi warga yang rumahnya masih berpotensi terdampak.

“Untuk masyarakat yang saat ini posisi rumahnya terancam, sementara ini mohon mengungsi di rumah saudara atau ke balai desa yang aman,” pungkas Acep Sopiandi.

Pemantauan dan perbaikan infrastruktur terus dilakukan untuk memulihkan kondisi pascabencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *