Bendungan Bingawati Tak Kunjung Diperbaiki Pemdes Sukamanah Lakukan Swadaya Perbaikan

Pengajuan Pembangunan Bendungan Bingawati Tak Kunjung Direalisasikan, Pemdes Sukamanah Lakukan Swadaya Perbaikan (Poto: kontributor Samsuri)

Cianjur | Pemerintah Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Cianjur, mengambil inisiatif untuk memperbaiki bendungan (irigasi) Bingawati yang jebol sejak September 2021. Langkah ini diambil karena permohonan perbaikan yang telah diajukan kepada pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat belum mendapatkan respons.

Kepala Desa Sukamanah, Indra Surya Pradana, menjelaskan bahwa jebolnya Bendungan Bingawati telah terjadi sejak September 2021 dan hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak pemerintah.

“Sebagai pihak yang merasakan langsung dampaknya, Pemerintah Desa Sukamanah bersama masyarakat berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya dengan alat dan bahan seadanya sejak tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Indra saat ditemui wartawan, Selasa 28/04/2025.

Lebih lanjut, Indra menerangkan bahwa upaya kerja bakti terakhir dilakukan pada bulan sebelumnya.

“Bulan kemarin kami kembali melakukan kerja bakti untuk memperbaiki aliran sungai. Namun, tingginya intensitas hujan kembali menyebabkan bendungan tersebut jebol,” jelasnya.

Bendungan Bingawati mengairi lima desa, di mana satu desa berada di Kecamatan Cugenang dan empat desa lainnya di Kecamatan Cianjur. Total luas lahan yang bergantung pada aliran air bendungan ini mencapai kurang lebih 100 hektar, meliputi area pesawahan, permukiman, dan perikanan.

Indra juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan pembangunan kembali bendungan melalui Musrenbang Kecamatan pada tahun 2024.

“Usulan pembangunan Bendungan Bingawati sudah kami ajukan melalui Musrenbangdes Kecamatan tahun 2024 dan Alhamdulillah menjadi prioritas utama. Namun, hingga saat ini belum ada realisasinya,” paparnya.

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Desa Sukamanah bersama warga, termasuk perwakilan dari empat desa lain di Kecamatan Cianjur yang juga terdampak, kembali melakukan kerja bakti perbaikan dengan peralatan dan material seadanya sebagai solusi sementara.

“Saya sangat berharap agar bendungan ini segera dibangun kembali oleh pemerintah. Dengan demikian, masyarakat yang menerima manfaat air dapat kembali merasakan manfaatnya untuk kebutuhan pertanian, perikanan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya,” harap Indra.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *