Banyak Padi Mati Akibat Banjir, Petani Terpaksa Tanam Ulang. (Foto: Zenal Mustari).
Cianjur | Petani di Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, yang sawahnya terdampak banjir hanya bisa mengelus dada. Ini setelah banyak tanaman padi yang mati sehingga mereka harus menanam ulang.
Menurut Gunawan salah seorang petani, setelah air banjir surut, seluruh tanaman yang sebelumnya tenggelam sudah terlihat.
”Tapi sudah nggak karuan padinya, banyak yang mati dan tertutup tumpukan sampah,” katanya kepada wartawan. Minggu, (10/10/2025).
Banjir yang terjadi kemarin (sabtu-red) malam membuat tanaman padi tidak bisa bertahan. Sebagian besar tanaman padi mati.
”Belum lihat semua, kalau nggak bisa disulami ya tanam lagi,” imbuh dia.
Hanya saja, ia merasa khawatir saat musim hujan seperti sekarang ini khawatir terjadi banjir lagi.
“Serba repot, masalahnya warga disekitar itu suka buang sampah ke kali membuat aliran air tersumbat yang pada akhirnya terjadi banjir. Kalau kita tanam lagi nanti kena banjir, tambah makin rugi kita” keluhnya.
Karena itu, untuk sementara ia membiarkan tanaman padi di lahan miliknya setelah terdampak banjir. Menunggu beberapa hari ke depan.
“Bibit padi juga sudah nggak ada, bisanya beli atau cari ke petani lain. Rata-rata di sini sudah di atas 20 hari,” katanya.
Senada dikatakan Ade, rata-rata tanaman padi yang terdampak banjir kondisinya layu.
”Hampir semua sudah mupuk, kena banjir sekarang jadi layu,” keluhnya.
Sebagian petani memilih membiarkan tanaman padinya karena layu.
“Ada yang selamat, cuma pertumbuhannya jelas tidak bisa normal. Makanya ditunggu satu minggu, mau tanam lagi cari bibit jelas susah,” imbuh dia.
Ditanya sudah adakah petutugas yang menijau ke kelokasi sawah terendam, Ade menjawab belum ada yang datang baik dari pemerintah desa, kecamatan maupun dari Dinas Pertanian.
“Belum ada yang datang untuk meninjau kelokasi karena mungkin ini hari minggu atau libur, tidak tahu besok Senin,” pungkasnya. ***








