Cianjur | Inspektorat Daerah (Itda) Kabupaten Cianjur menilai terdapat kejanggalan pada kasus ambruknya atap bangunan laboratorium (Leb) komputer SMP Negeri 3 Tanggeung.
Diketahui belum lama ini Itda telah menurunkan tim untuk melakukan investigasi dan penyelidikan lebih jauh, guna memastikan sejauh mana kesalahan prosedur yang dilakukan panitia pembangunan sekolah (P2S), pada saat melakukan pembangunan leb komputer tshun 2022 lalu.
Menurut keterangan Kepala Itda Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani, ada dugaan kejanggalan yang didasari berbagai faktor yang jadi motif. Nanti hal itu akan dijadikan dasar untuk melakukan investigasi dan penelusuran lebih lanjut.
“Terdapat beberapa motif yang bisa kita telusuri. Pernahkah pihak sekolah memberitahukan atau membuat surat ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), bahwa kondisi bangunan akan roboh. Jika tidak ada pemberitahuan, berarti ada motif lain dengan menayangkan video di media sosial (Medsos),”katanya, Minggu 03/11/2024.
Endan juga menyampaikan, adakah kerugian barang-barang seperti komputer dan yang lainnya, ternyata tidak ada karena sebelumnya sudah dievakuasi. Maka dari itu perlu melakukan investigadi dan penelusuran.
“Kondisi bangunan yang akan roboh secara kasat mata akan terlihat gejalanya. Seharusnya pihak sekolah segera melapor ke Disdikpora untuk dilakukan antisipasi. Pas ambruk kemudian muncul videonya,”ucapnya.
Endan menyayangkan, kenapa pihak sekolah sebelum bangunan ambruk, tidak memberi tahu Disdikpora untuk meminta perbaikan.
“Jika hal itu dilakukan, kemungkinan tidak akan terjadi adanya sekolah ambruk, itu juga masih ntung tidak ada korban jiwa,”ujarnya.
Berdasarkan informasi, umur teknis bangunan ruang lab komputer masih terbilang baru. Karena di bangunnya tahun 2022 menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2022.
Itda mengaku, pihaknya telah melakukan pemeriksaan pada saat pembangunan masih berjalan. “Untuk mencari kebenaran informasi iapun meminta klarifikasi dan konfirmasi dari brrbagai pihak yang terlibat dengan pembangunan lab komputer tersebut,”akunya.
Untuk tahap awal kata Endan, Disdikpora sudah menyampaikan laporan secara tertulis kepada Inspektorat. Pihaknya pun akan melakukan audit investigasi dan pemanggilan pihak-pihak terkait. Apakah ini karena kelalaian atau ada kesalahan spesifikasi.
“Kami belum tahu, untuk menyimpulkan ada dan tidaknya kelalaian, otomatis harus dilakukan pemeriksaan lebih jauh,” tutupnya.
Kasus ambruknya atap bangunan lab komputer SMP Negeri 3 Tanggeung, terjadi pada Jum’at ( 25/10 ) sekitar pukul 13.00 WIB. Detik-detik robohnya atap sekolah, di video oleh masyarakat, dan videonya beredar di medsos.
Kepala Bidang ( Kabid ) SMP pada Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmy Halimudin langsung mengerahkan tim ke lokasi untuk memastikan penyebab ambruknya bangunan leb komputer tersebut.
Hasil kajian tim katanya, didapati atap laboratorium SMP Negeri 3 Tanggeung roboh akibat penopang yang tidak kuat menahan beban berat, karena diduga tidak sesuai spesifikasi.
“Pembangunan lab komputer tersebut dilakukan oleh P2S atau swakelola yang biayanya berasal dari anggaran DAK TA 2022 sebesar Rp. 450 juta,”kata Helmy.***








