Aksi Nyata Pemuda Hegarmanah Bergerak Cegah Banjir

Aksi Nyata Pemuda Hegarmanah Bergerak Cegah Banjir (Poto: Istimewa).

Cianjur | Di tengah ancaman banjir yang semakin sering melanda Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, khususnya Kampung Warung Jambu, sekelompok pemuda lokal mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut. Melalui organisasi Tim Aksi Kolektif dan Tanggap Iklim (TAKTIK) di bawah Aliansi Masyarakat Hegarmanah, mereka menjadi penggerak perubahan dengan serangkaian aksi preventif dan promotif.

Tim ini tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga berupaya mencegah banjir sejak dini melalui berbagai inisiatif, seperti penghijauan lahan kritis, pembuatan lubang resapan biopori, edukasi lingkungan, serta kerja bakti rutin membersihkan saluran air.

Sosialisasi intensif juga dilakukan dari rumah ke rumah dan melalui media sosial untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan.

Salah satu penggerak TAKTIK M. Abdul Rohim Rijki, menegaskan bahwa pemuda harus mengambil peran aktif.

“Kami tidak bisa lagi menunggu tindakan dari luar. Banjir adalah musuh bersama, dan pemuda harus berdiri di garda terdepan menciptakan solusi,” kata Abdul Rohim, Minggu 04/05/2025.

Anggota TAKTIK Sandy, menekankan pentingnya perubahan pola pikir.

“Pencegahan banjir bukan hanya soal teknis, tapi juga kesadaran. Satu puntung rokok atau selembar plastik bisa menyumbat saluran air dan memicu bencana,” kata dia menekankan akan kesadaran menjaga lingkungan.

Ahmad Midani menambahkan bahwa edukasi harus dibarengi aksi nyata.

“Tanpa pemahaman, masyarakat akan terus mengulangi kesalahan. Dengan penanaman pohon dan biopori, kami ingin menciptakan budaya baru yang lebih peduli lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Syahril Marsela menyatakan bahwa organisasi ini adalah bukti bahwa pemuda bisa berperan sebagai agen solusi.

“Kami ingin dikenang bukan karena diam saat bencana, tapi karena berbuat sebelum bencana terjadi,” tegasnya.

Inisiatif TAKTIK telah menjadi inspirasi bagi warga setempat, menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Dengan semangat gotong royong, mereka membuktikan bahwa pemuda mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekologis di tingkat komunitas.

Ke depan, kelompok ini berencana memperluas jaringan dengan melibatkan lebih banyak pemuda dan lembaga terkait untuk memperkuat upaya mitigasi bencana di Desa Hegarmanah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *