Aksi Heroik Pjs Kades Bunikasih Prioritaskan Pelayanan Kemanusiaan untuk Lansia dan ODGJ. (Foto: Rian).
Cianjur | Penjabat Sementara (PJS) Kepala Desa Bunikasih, Ahmad Rusyana, menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan roda pemerintahan desa sesuai aturan yang berlaku, sekaligus mengedepankan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Ahmad Rusyana menyampaikan, meski saat ini terdapat penyesuaian penggunaan anggaran desa yang telah ditetapkan pemerintah, pihaknya tetap mengikuti regulasi yang berlaku. Penyesuaian tersebut, kata dia, berdampak pada penundaan sejumlah pembangunan fisik, namun tidak mengurangi semangat pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengikuti apa yang sudah ditetapkan pemerintah. Walaupun ada penyesuaian anggaran, kami tetap menjalankan tugas sesuai aturan,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Di tengah dinamika pro dan kontra, termasuk adanya aksi penyampaian aspirasi warga terkait pencairan Dana Desa tahap kedua, Ahmad Rusyana menilai hal tersebut sebagai bagian dari demokrasi. Sebagai PJS yang belum definitif, ia memilih fokus menjaga stabilitas dan komunikasi yang baik di desa.
Lebih lanjut, Ahmad Rusyana menekankan bahwa kepeduliannya terhadap warga bukanlah bentuk pencitraan, melainkan panggilan hati. Ia secara langsung turun ke lapangan bersama RT dan RW untuk mendata warga yang belum memiliki dokumen kependudukan, terutama lansia yang selama ini luput dari layanan administrasi.
“Banyak lansia yang belum punya KTP. Kami datangi dari kampung ke kampung, bahkan kami antar langsung ke kecamatan, meski harus menggendong. Ini kewajiban moral,” tuturnya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sejumlah lansia dan ODGJ kini telah memiliki identitas kependudukan, sehingga memudahkan mereka mengakses layanan bantuan sosial dan kesehatan. Ahmad Rusyana juga mengapresiasi pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Warungkondang yang dinilainya responsif dan ramah terhadap warga.
“Alhamdulillah, pelayanan di Kecamatan Warungkondang sangat baik. Lansia dan warga dengan kebutuhan khusus dilayani dengan cepat tanpa kendala,” katanya.
Ia berharap, ke depan seluruh kegiatan pemerintahan desa dapat berjalan sesuai regulasi dan kebutuhan masyarakat. Ahmad Rusyana menegaskan bahwa bekerja untuk masyarakat adalah bentuk tanggung jawab, bukan untuk mencari pujian.
“Kami bekerja bukan untuk disanjung. Dicaci tidak tenggelam, dipuji tidak terbang. Yang penting kami bermanfaat bagi warga,” pungkasnya.








