Polres Cianjur dan Warga Berdamai Usai Insiden Viral, 8 Anggota Diperiksa Propam. (Foto. Istimewa).
Cianjur | Insiden kesalahpahaman antara anggota Polres Cianjur dan warga setempat, Nyanyang Suherli, yang sempat viral di media sosial, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat berdamai setelah melakukan musyawarah yang difasilitasi Polres Cianjur pada Selasa malam (10/6/2025).
Dalam keterangan persnya, IPTU Dudi Suharyana, KBO Satreskrim Polres Cianjur, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah meminta maaf atas kesalahpahaman tersebut.
“Kami telah berkoordinasi dengan Bapak Nyanyang dan keluarga, serta memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Nyanyang Suherli menjelaskan bahwa perlawanannya saat kejadian berawal dari ketidaktahuannya bahwa yang mendatanginya adalah anggota polisi.
“Waktu itu sudah malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Saya kira mereka geng motor karena cara mendatanginya tidak jelas. Saya baru tahu belakangan bahwa mereka petugas,” tuturnya.
Meski telah berdamai, proses pemeriksaan internal terhadap delapan anggota yang terlibat tetap dilanjutkan oleh Sipropam Polres Cianjur bersama Bidpropam Polda Jawa Barat.
Polres Cianjur menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan saat itu merupakan bagian dari pengembangan kasus pencurian dengan pemberatan.
Kapolres Cianjur juga menekankan pentingnya evaluasi pelayanan kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.***








