Aksi Massa Berujung Penyegelan Kantor Desa Cibarengkok, Ini Kata Koordinator Aksinya

Koordinator aksi massa aksi di Desa Cibarengkok, Bojongpicung, Cianjur, Asep Kusnadi. (Foto: Sam Apip).

Cianjur | Koordinator aksi massa Asep Kusnadi menyatakan kekecewaan warga Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, atas tidak adanya solusi konkret dari pemerintah setempat terkait dugaan penyelewengan anggaran oleh Kepala Desa.

Aksi penyegelan kantor desa dilakukan sebagai bentuk protes dan upaya menyelamatkan anggaran desa ke depan.

“Sejak 27 Maret, kami sudah berjuang melalui demonstrasi di Pendopo Kabupaten Cianjur, bahkan bertemu Bupati. Namun, hingga 2 Juni, tidak ada solusi yang diberikan,” tegas Asep Kusnadi dalam keterangannya, Rabu (4/6/2025).

Berita Terkait:

Ia menambahkan, pihaknya telah menghormati proses dengan melibatkan Forkopimcam Bojongpicung, tetapi Kepala Desa tetap enggan bertemu masyarakat untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.

“Riksus (penyidikan khusus) sudah selesai dan bukti kejahatan ada, tapi kepala desa tidak mau bertanggung jawab,” ujarnya.

Berita Terkait:

Asep menegaskan, penyegelan kantor desa dilakukan untuk mencegah potensi penyelewengan anggaran lebih lanjut.

“Jika kepala desa berani mengundurkan diri secara tertulis, kami akan buka segel. Tapi selama dia bersikeras tetap menjabat, kantor ini tetap kami segel,” tegasnya.

Berita Terkait:

Massa mendesak kepala desa segera mundur demi kepentingan masyarakat. Jika tidak, aksi penyegelan akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *