Kloter JKS 38 Calon Haji Asal Kabupaten Cianjur Resmi Berangkat ke Tanah Suci, pada hari Senin 19 Mei 2025, pukul 05.30 WIB dari halaman Kantor Kemenag Cianjur. (Foto: metropuncak.com).
Cianjur | Sebanyak 435 jemaah haji asal Kabupaten Cianjur (Kloter JKS 38) beserta tujuh petugas haji resmi diberangkatkan pada Senin, 19 Mei 2025, pukul 05.30 WIB dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur. Mereka menuju Bandara Soekarno-Hatta menggunakan 11 bus yang disiapkan, ditambah satu unit bus cadangan.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Cianjur, Ustadz Saeful Ulum, menyatakan bahwa proses pemberangkatan berjalan lancar tanpa hambatan.
“Alhamdulillah, kloter ketiga ini berhasil diberangkatkan dengan tertib. Kloter pertama dan kedua sebelumnya juga telah tiba di Tanah Suci dalam keadaan sehat, dan sebagian jemaah bahkan telah menyelesaikan umrah wajib,” ujarnya.
Berita Terkait:
Lebih lanjut, Ustadz Saeful menjelaskan bahwa puncak ibadah haji akan dimulai pada 8 Dzulhijjah. Seluruh jemaah akan berangkat dari hotel masing-masing menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, dilanjutkan dengan mabit (bermalam) di Muzdalifah dan Mina. Selanjutnya, mereka akan menjalani rangkaian ibadah seperti melontar jumrah aqabah, nafar awal, nafar tsani, serta tawaf ifadah.
Berbeda dengan kloter sebelumnya yang transit di Madinah melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Kloter 38 akan langsung menuju Jeddah dan Mekkah.
Ustadz Saeful juga mengingatkan jemaah mengenai cuaca ekstrem di Arab Saudi yang saat ini mencapai suhu di bawah 40 derajat Celsius. Meski demikian, ia menegaskan bahwa semangat ibadah membuat kondisi tersebut terasa lebih ringan.
“Cuaca memang cukup terik, tetapi semangat dan kekhusyukan ibadah membuat panasnya terasa lebih bersahabat,” ungkapnya.
Berita Terkait:
Menanggapi isu adanya jemaah yang membawa jimat atau buhur dalam perlengkapannya, Ustadz Saeful menegaskan bahwa hal tersebut bertentangan dengan prinsip kemurnian ibadah haji.
“Memang ada beberapa jemaah yang membawa benda seperti itu, kemungkinan karena kebiasaan lama atau kurang pemahaman. Kami terus memberikan edukasi bahwa haji adalah ibadah yang memurnikan tauhid. Membawa jimat dapat mengganggu akidah,” tegasnya.
PPIHD Cianjur berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan manasik, termasuk pemahaman akidah yang benar, agar seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT.
“Haji adalah rukun Islam kelima. Karena itu, niat dan keikhlasan harus dijaga. Jangan sampai ada praktik yang mengotori kemurnian ibadah kita,” pungkasnya.
Dengan persiapan matang dan pendampingan intensif, diharapkan seluruh jemaah haji asal Cianjur dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan lancar hingga kembali ke tanah air.***








