Anak Muda Dilatih Siaga Bencana, YEU dan Pemdes Tegalombo Siapkan Generasi Tangguh. (Foto : Ist).
Pati, metropuncak.com | Ancaman bencana alam dan dampak perubahan iklim kian nyata. Namun, kesiapsiagaan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Atas dasar itu, YAKKUM Emergency Unit (YEU) bersama Pemerintah Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, menggelar Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API) pada Rabu (22/7/2026).
Yang membedakan kegiatan ini dari sosialisasi pada umumnya adalah pelibatan generasi muda. YEU tidak hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga secara khusus mengundang anak-anak muda dan remaja desa untuk ikut serta dalam sesi interaktif yang digelar pada sore hari.
Kegiatan berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Pada sesi pagi hingga siang, materi diberikan kepada kelompok masyarakat dewasa dengan pendekatan yang lebih formal. Sementara itu, sesi khusus untuk anak muda dan remaja disampaikan dengan metode yang komunikatif dan partisipatif dikemas ringan, penuh diskusi, dan saling berbagi pengalaman.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa setiap individu, termasuk anak muda, memiliki peran dalam mengurangi risiko bencana. Mulai dari hal-hal sederhana di kehidupan sehari-hari,” ujar Eli Sunarso, Project Manager YEU Pati, di sela-sela kegiatan.
Eli menambahkan, Desa Tegalombo merupakan titik kedua setelah Desa Banyutowo dalam rangkaian program pendampingan YEU. Ke depan, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Desa Tunggulsari dan Desa Keboromo. YEU berkomitmen mendampingi keempat desa tersebut hingga tahun 2028.
Salah satu fasilitator, Bopa Noverina, menegaskan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kolektif.
“Tidak ada wilayah yang sepenuhnya bebas dari ancaman bencana. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi risikonya. Ini tanggung jawab kita bersama—pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga lembaga pendidikan,” tegas Bopa dalam pemaparannya.
Kepala Desa Tegalombo, Sumijah, yang hadir membuka acara, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia berharap sosialisasi tidak berhenti di tataran teori, tetapi berlanjut ke praktik langsung agar masyarakat benar-benar tangguh.
“Kami berharap ke depan tidak hanya ada sosialisasi, tetapi juga praktik secara langsung, sehingga masyarakat semakin memahami dan memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi bencana,” ujar Sumijah.
Harapan serupa disampaikan oleh Ngatawi, salah satu warga yang mendampingi kelompok anak muda. Menurutnya, bekal siaga bencana adalah investasi jangka panjang bagi generasi penerus.
“Kegiatan ini sangat berharga bagi perjalanan hidup anak-anak kami. Belum tentu mereka akan tinggal di Tegalombo selamanya, mungkin suatu saat merantau. Dengan bekal ini, kami berharap mereka tetap waspada dan mampu menerapkan hal-hal baik yang telah dipelajari, di mana pun mereka berada,” tutur Ngatawi dengan haru.
Dengan semangat kebersamaan ini, YEU dan Desa Tegalombo berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan alam di masa depan.








