Evakuasi Dua Unit Rumah Ambruk Tertimpa Pohon Tumbang di Bojongpicung. (Foto: Sam Apip).
Cianjur | Dua unit rumah milik warga Kampung Cibiuk RT 03/RW 09, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ambruk setelah tertimpa pohon besar pada Selasa (17/2/2026). Peristiwa ini diduga akibat kelalaian dalam proses penebangan pohon.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemilik pohon bernama Aep berencana menebang pohon untuk digunakan sebagai bahan bangunan rumah. Ia kemudian meminta Agus, seorang juru tebang, untuk melakukan penebangan.
Saat proses penebangan berlangsung, Agus dibantu oleh beberapa warga untuk menarik pohon tersebut. Namun, karena ukuran pohon yang besar dan tinggi, tarikan tali tidak kuat sehingga pohon tumbang dan menimpa rumah milik Mas Wahyu (42) serta rumah milik Nenek Aam (70) hingga keduanya ambruk.
Kedua keluarga korban langsung dievakuasi ke rumah tetangga yang tidak jauh dari lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun Mas Wahyu mengalami luka sobek di bagian kepala dan telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
“Saat kejadian, saya sedang bekerja sebagai buruh tani di sawah milik orang lain. Saya diberi tahu oleh anak bungsu dan langsung pulang dengan perasaan waswas. Setelah sampai, ternyata benar rumah saya ambruk tertimpa pohon. Sayangnya, pemilik pohon tidak memberi tahu sebelumnya,” ujar Aam, salah satu pemilik rumah yang ambruk.
Sementara itu, Jamaludin, anak dari pemilik pohon, menambahkan bahwa pohon Johar yang tumbang tumbuh di lahan milik orang tuanya.
“Orang tua saya berencana membangun rumah, jadi menebang pohon-pohon yang sudah layak pakai. Baru satu pohon ditebang, sudah terjadi musibah menimpa dua rumah warga,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelum ditebang, sebagian ranting dan daun telah dipangkas terlebih dahulu. Namun, karena ukuran pohon yang besar dan tenaga penarik yang kurang hanya lima orang akhirnya pohon tumbang dan menimpa dua rumah warga.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak keluarga pemilik pohon menyatakan akan bertanggung jawab penuh.
“Kami pemilik pohon bertanggung jawab dan akan memperbaiki kedua rumah yang ambruk hingga selesai. Kami juga tidak akan menebang pohon lagi sebelum kedua rumah tersebut selesai dibangun,” pungkas Jamal.








