Tanah Longsor Terjang Desa Sukasirna, Belasan Rumah Warga Terancam

Tanah Longsor Terjang Desa Sukasirna, Belasan Rumah Warga Terancam. (Foto: Zenal Mustari). 

Cianjur | Bencana tanah longsor melanda Desa Sukasirna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 14.45 WIB. Kejadian yang dipicu curah hujan tinggi ini mengakibatkan sejumlah kerusakan infrastruktur dan permukiman warga, meskipun dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan laporan resmi dari Kantor Kepala Desa Sukasirna, material longsor menutupi beberapa ruas jalan kabupaten, jalan utama desa, fasilitas umum, serta sejumlah rumah warga. Akibatnya, akses transportasi di beberapa titik terputus total.

Data detail lokasi dampak bencana menunjukkan setidaknya tujuh titik yang terdampak, tersebar di beberapa kampung dan RW. Dampak terparah dilaporkan di Kampung Ciherang RT 04 RW 04, di mana material longsor mengakibatkan kerusakan pada ruas jalan desa, 15 unit rumah warga, dan 2 hektar area persawahan. Selain itu, sebuah saluran irigasi di Kampung Kopeng juga rusak tertimbun.

“Tidak ada korban jiwa namun kerugian material yang terjadi cukup besar sehingga beberapa warga harus mengungsi terlebih dahulu di rumah tetangga/kerabat terdekat,” bunyi salah satu bagian berita acara kejadian bencana.

Kepala Desa Sukasirna, Hadudin Supriadi A S, S.IP., M.Si, telah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada Camat Campakamulya dan Kepala BPBD Kabupaten Cianjur. Dalam suratnya, pemerintah desa memohon koordinasi dan bantuan dari dinas terkait berupa logistik untuk warga terdampak serta alat berat untuk proses pembersihan material longsor.

Hingga saat ini, perkiraan nilai kerugian masih belum dapat dipastikan dan sedang dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan. Pemerintah desa juga telah memberikan tembusan laporan kepada Bupati Cianjur, Dinas PUPR, Polsek, dan Danramil setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Proses evakuasi dan pembersihan jalur akses diperkirakan akan segera dilakukan setelah bantuan alat berat dan logistik dari pemerintah kabupaten turun. Warga terdampak sementara mengungsi di lokasi aman terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *