UHC di Cianjur Tersendat, Data “Wiraswasta” Sisihkan Warga Miskin dari Akses Kesehatan
Cianjur | Program jaminan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Cianjur belum menjangkau sebagian warga yang berhak.
Penyebab utamanya adalah kesalahan data kependudukan yang mengkategorikan warga miskin sebagai “mampu” hanya karena mengisi pekerjaan di e-KTP dan KK sebagai ‘wiraswasta’.
Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Jabar dari Fraksi NasDem, H. Onnie S. Sandi, SE, mengungkap fakta tersebut saat melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintah di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Minggu (18/1/2025).
“Ya, banyak warga yang sebenarnya tidak mampu, tetapi karena di KTP atau KK tertulis ‘wiraswasta’, sistem Dinas Sosial mencatat mereka sebagai masyarakat mampu. Akibatnya, mereka terpental dari daftar penerima manfaat UHC,” jelas Onnie.
Untuk mengatasi masalah ini, Onnie akan berkoordinasi dengan pemerintah desa. “Kita akan bantu warga melakukan perbaikan data melalui Disdukcapil dan Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Keluhan layanan BPJS kesehatan dalam pertemuan itu, masyarakat juga menyampaikan keluhan tentang pelayanan rumah sakit bagi peserta BPJS Kesehatan. Atas pengaduan tersebut Onnie pun mengakui, lonjakan pasien pasca-BPJS menjadi tantangan besar bagi fasilitas kesehatan di Cianjur yang kapasitasnya terbatas.
“Memang ada kesan pelayanan menjadi tergesa-gesa. Namun, semua masukan ini akan kami sampaikan ke rumah sakit untuk evaluasi dan perbaikan,” tegasnya.
Dengan penataan data yang tepat, diharapkan program prioritas UHC di Cianjur benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.








